Brigetteshinta's Blog

November 15, 2009

kekuasaan dikehidupan

Filed under: Uncategorized — brigetteshinta @ 11:52 pm

PENERAPAN UNSUR-UNSUR KEKUASAAN DALAM KEHIDUPAN

 

Pengertian Kekuasaan

Proses mempengaruhi perilaku juga berkaitan dengan Kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi tingkah lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. Manusia memiliki bermacam-macam keinginan dan tujuan yang ingin sekali dicapainya. Untuk itu dia sering merasa perlu untuk memaksakan kemauannya atas orang atau kelompok lain. Kekuasaan menurut Robert M. Maclver adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun secara tidak langsung dengan mempergunakan alat dan cara yang tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan (relationship), dalam arti bahwa ada satu pihk yang memerintah dan ada pihak lain yang diperintah (the rule and the ruled).

Sumber- sumber Kekuasaan

Setiap manusia sekaligus merupakan subyek dari kekuasaan dan obyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang presiden membuat undang-undang (subyek dari kekuasaan), namun disisi lain ia pun harus tunduk kepada undang-undang (objek dari kekuasaan). Sumber kekuasaan terdapat dalam berbagai segi, antara lain :

  1. Kekerasan Fisik (seorang Letnan dapat menghukum bawahannya jika melakukan kesalahan dengan menyuruhnya push – up.)
  2. Kedudukan (seorang pemilik perusahaan dapat memecat pegawainya yang berani menyelewengkan dana perusahaan).
  3. Kekayaan (misalnya,seorang kaya yang terbukti bersalah, berani menyuap jaksa agar dirinya dibebaskan)
  4. Kepercayaan (misalnya,umat beragama percaya pada pemimpin agama mereka (pastor,imam))

Unsur-unsur Kekuasaan

Unsur-unsur kekuasaan terdiri dari beberapa hal, antara lain :

  1. Wewenang : adalah kekuasaan yang resmi, mengandung keabsahan (legitimacy), melalui suatu proses pengangkatan, adanya surat tugas. Keabsahan adalah konsep bahwa kedudukan seseorang atau kelompok penguasa diterima baik oleh masyarakat, karena sesuai dengan azas-azas dan prosedur yang berlaku dan yang dianggap wajar. yang berlaku

Contoh : Seorang asisten laboratorium, menegur muridnya yang menyalahi aturan.

  1. Paksaan : adanya tekanan/ancaman/tuntutan untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan. Hal ini sesuai dengan teori Obidience, yang definisinya adalah patuh, perilaku seseorang yang disebabkan adanya tuntutan tertentu dari pihak lain (seperti orang tua,kelompok,lingkungan atau instansi pemerintah).

Contoh : Seorang senior karena merasa dirinya harus dihormati mereka menjadi semena – mena kepada juniornya.

  1. Manipulatif : adalah sebuah proses rekayasa dengan melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang dilakukan berdasarkan sistem perancangan sebuah tata sistem nilai. Manipulatif erat kaitannya dengan. Cuci Otak (Brain Wash) yang artinya adalah sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru, praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan dan sebagainya.

Contoh : perampok, banyak menggunakan metode hipnotis agar korbannya mau memberikan semua apa yang mereka miliki.

  1. Kerjasama : adalah sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan sangat akrab di telinga kita. Kata kerjasama adalah gabungan dari kata kerja dan sama, yang berarti bekerja secara bersama-sama dalam mengerjakan sesuatu dan mencapai suatu tujuan. Kerjasama dibentuk karena adanya dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai suatu keinginan atau tujuan yang mereka ingin capai. Manfaat dari kerjasama adalah membuat sutu permasalahan atau pekerjaan lebih mudah.

Contoh : saat mengadakan sebuah acara, pastilah dibentuk panitia acara yang menyelesaikan pelaksanaan acara tersebut.

  1. Upah dan prestasi kerja : seorang karyawan mendapatkan kenaikan gaji karena hasil kerjanya yang sangat baik.

Contoh : Upah dan prestasi kerja : seorang karyawan mendapatkan kenaikan gaji karena hasil kerjanya yang sangat baik.

 

Brigitta_shinta 3 PA 05

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: