Brigetteshinta's Blog

January 2, 2010

sikap kerja dan kepuasan kerja seseorang

Filed under: Uncategorized — brigetteshinta @ 3:23 pm

Nama        : Shinta Mega Puspita

NPM                 : 10507310

Kelas        : 3 PA 05

SIKAP KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SESEORANG

  1. A. SIKAP KERJA

Mana yang lebih penting, attitude atau skill? Mungkin jika saya diminta untuk memilih, saya akan memilih yang pertama. Karena sikap kerja yang positif merupakan prasyarat, tanpa itu sulit untuk kita dapat sukses di era yang kompetitif. Sikap merupakan faktor yang penting dalam karier, sikap termasuk faktor yang dapat mempengaruhi sukses karier. Bayangkan begitu sering sikap seseorang mempengaruhi persepsi anda terhadap mereka. Kesan pertama sering dinyatakan dengan ungkapan seperti -Dia mempunyai sikap yang sangat buruk- atau -Dia bersikap sangat baik kepada siapapun yang ditemuinya-.

Ketika jalan menuju ke tempat kerja, apa yang anda fikirkan? Apakah anda merasa senang karena anda mencintai pekerjaan anda? Apakah anda penuh dengan rasa jengkel karena benci dengan pekerjaan anda? Sikap anda terhadap kerja dapat berefek pada karier melebihi yang anda sadari.

Semua pekerjaan saling terkait, tetapi kebanyakan orang sulit memahami, pekerjaan mereka berasal dari mana dan akan ke mana. Mereka tidak melihat koneksi ini dalam proses yang lebih besar. Semakin seseorang paham dengan efek pekerjaannya terhadap orang lain, semakin besar kemungkinan mereka akan peduli.

Dewett menyarankan anggaplah diri sebagai bagian dari tim yang bekerja untuk mencapai sebuah tujuan. Bukan sebagai bagian yang terpisah dari sebuah mesin. Perhatikan hasil dari kerja keras anda dan mungkin anda akan menemukan alasan untuk lebih memperhatikan pekerjaan anda, kendati pun anda tidak mencintainya.
Ada baiknya jika anda fokus lalu akan beralih dari obsesi pada situasi saat ini, untuk merancang rencana riil dalam aksi, demi menciptakan situasi masa depan yang lebih baik.
Disisi lain, perspektif baru mungkin juga membuat anda menyadari,anda berada dimana. Jika anda benci dengan pekerjaan anda, ada baiknya perlu mengubah karier.

Menurut Dewett, meski pun berada dalam situasi profesional yang paling buruk, bagi orang yang berfikiran terbuka, banyak yang dapat dipelajari tentang bagaimana anda bisa sampai disana dan apa yang ada disana, yang dapat membantu anda untuk menghindarinya lebih baik di masa depan.

Dewett mengingatkan pegawai untuk memperhatikan cara untuk membuat keputusan sehingga mereka menyadari atau bahkan berpartisipasi dalam proses. Jangan mengorbankan kecintaan anda pada pekerjaan. Banyak orang yang pasti senang jika bisa berangkat kerja setiap pagi. Yang anda butuhkan adalah sudut pandang yang seimbang. Cintai pekerjaan anda, cintai perusahaan anda, gunakan network sehingga anda dapat mengikuti perkembangan terbaru dari hari ke hari yang dapat berefek pada anda dan unit kerja anda.

Untuk kepentingan, izinkan diri anda agar mempertimbangkan kemungkinan bahwa banyak yang bisa ditawarkan kepada pekerjaan anda, meskipun anda tidak akan kerja di sana sampai selamanya, biarkan fikiran anda rileks dengan menerima fakta, bahwa anda bisa melihat diri anda dalam posisi itu selama setahun atau dua tahun mulai dari sekarang. Anda akan kaget, betapa stresnya selalu pindah terus. Selain itu anda mungkin menyadari, anda menutup peluang-peluang untuk pertumbuhan karier dan pribadi dengan membuat diri anda setiap menit pindah kerja. Jika anda mendapatkan pekerjaan lain, anda dapat mempertimbangkan pro dan kontra menerima pekerjaan itu ketika berhadapan dengan keputusan, bukan karena anda selalu mencarinya.

Dari sikap kerja yang baik, maka karier yang Anda miliki perlahan – lahan akan turut naik. Dengan sikap kerja yang baik maka kita akan lebih mudah untuk mencapai kepuasan kerja dan peningkatan dalam karier karena kita dapat mencintai pekarjaan tersebut.

B . KEPUASAN KERJA

Ada beberapa definisi kepuasan kerja antara lain :

1. Kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaan itu sendiri,situasi kerja, kerja sama, antar pemimpin dan sesama keryawan (Tiffin).

2. Kepuasan kerja merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor- faktor pekerjaan, penyesuian diri dan hubungan sosial individu di luar kerja (Blum) .

Ciri-ciri Pekerja yang Memiliki Kepuasan Kerja dan yang Tidak
Menurut Herzberg (1959),
ciri perilaku pekerja yang puas adalah mereka mempunyai motivasi untuk bekerja yang tinggi, mereka lebih senang dalam melakukan pekerjaanya, sedangkan ciri pekerja yang kurang puas adalah mereka yang malas berangkat ke tempat bekerja dan malas dengan pekerjaanya. Tingkah laku karyawan yang malas tentunya akan menimbulkan masalah bagi perusahaan berupa tingkat absensi yang tinggi, keterlambatan kerja, dan pelanggaran disiplin yang lainnya. Sebaliknya tingkah laku karyawan yang merasa puas akan lebih menguntungkan bagi perusahaan.

Menurut pendapat Gilmer faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah:
1. Kesempatan untuk maju, yaitu kesempatan untuk memperoleh pangalaman dan peningkatan kemampuan selama bekerja.
2. Keamanan kerja, yaitu sebagai penunjang kepuasan kerja dan keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama bekerja.
3. Gaji, yaitu gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang mengekpresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.
4. Perusahaan dan Manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil.
5. Pengawasan (Supervisi), bagi karyawan, supervisor dianggap sebagai figure ayah dan sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan turnover.
6. Komunikasi, yaitu memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawan sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap pekerjaan.
7. Faktor intrinsik dari pekerjaan, yaitu atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan ketrampilan tertentu.
8. Kondisi kerja, yaitu kondisi tempat, ventilasi, penyinaran, kantin, dan tempat parkir.
9. Aspek sosial dalam pekerjaan, merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan, tetapi dipandang sebagai factor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja.
10. Fasilitas yang diberikan perusahaan seperti, rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas

Sebenarnya bukan hanya dengan mencintai pekerjaan kita dapat mencapai kepuasan kerja, tetapi juga beberapa factor yang turut dipengaruhi oleh perusahaan, dapat mempengaruhi kepuasan kerja seseorang.

Ada kalanya kita akan merasa lelah ataupun jenuh dengan pekerjaan kita sekalipn kita mencintai pekerjaan tersebut, namun dengan mencintai pekerjaan tersebut kita akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk hasil dari pekerjaan kita. Maka jika kita dapat memberikan hasil yang baik, itu tidak hanya berdampak baik pada diri kita sendiri, namun juga pada perusahaan, dan karena perusahaan juga dapat merasakan dampak positifnya, perusahaan bisa saja memberikan timbal balik yang baik terhadap hasil pekerjaan yang kita buat.

16 Comments »

  1. Attitude dan skill sama-sama penting. Dalam dunia kerja, keduanya jelas mutlak diperlukan. Attitude merupakan pola sikap dalam menghadapi suatu hal, baik masalah pekerjaan maupun untuk hubungan dengan rekan kerja, atasan, maupun bawahan.Skill merupakan kemampuan pribadi dalam menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan. Faktor pembeda kita dengan orang lain adalah hasil dari apa yang kita lakukan, dan hasil adalah buah dari skill yang terasah dan attitude yang baik.

    Skill dan attitude selalu berkembang ke arah yang lebih baik jika dilandasi dengan passion (hasrat). Passion terhadap pekerjaan memang sifatnya naik turun sesuai kondisi pribadi seseorang. Salah satu cara mempertahankan passion adalah dengan selalu mengingat alasan kita bekerja.

    Dengan mempertahankan passion, otomatis attitude dan skill meningkat, dan akhirnya akan memberikan hasil sesuai dengan yang kita harapkan. Hasil inilah yang membuat kita memperoleh apa yang disebut dengan kepuasan kerja.

    Comment by Dismas R — January 3, 2010 @ 4:02 am

  2. setelah saya membaca artilel ini saya pun tentunya akan memilih attituted krj drpd skill. selain menunjang kita untuk beradaptasi dgn lingkungan kerja, itu jg menjadi bhn pertimbangan bagi pimpinan perusahaan untuk kita terus bekerja di perusahaan tsb.
    walaupun kedua sikap itu tidak bisa dipisahkan dalam dunia kerja.
    skill dapat dibangun seiring berjalannya wkt, sedangkan attituted adalah sikap yg sudah terbangun sebelum kita berada di perusahaan tersebut.
    saya sudah merasakan bekerja dgn menggunakan attituted dan skill.
    sungguh menyenangkan dan akhirnya posisi saya di tempat kerja naik ke posisi yang saya ingin kan, dan tentunya saya akan terus bekerja dgn menggunakan kedua sikap tsb, agar posisi saya dpt terus meningkat.

    Comment by Febby Ganet Elvira Yolanda — January 3, 2010 @ 4:47 am

  3. suka => cinta => sayang => Hasil yg memusakan => SUKSES

    jd kepuasan bekerja tumbuh dari diri kita sendiri,,,,
    apabila kita menjalani pekerjaan yang kita gemari pasti kita dapat bekerja dengan sepenuh hati dan pada akhirnya akan membuahkan hasil yang memuaskan, dan dapat membuat diri kita terlihat unggul sehingga berdampak baik juga pada perusahaan tersebut. namun pada kenyataannya, banyak dari mereka yang bekerja hanya karena membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bukan karena pekerjaan itu mereka sukai, cintai, sayangi sehingga membuat pekerjaan yang mereka lakukan kurang memuaskan,dan sering membuat bosan atau jenuh..
    selaIn itu dalam tim kerja diharapkan adanya pemimpin yang bersifat partisipatif, situatif.. sehingga dapat menampung aspirasi anggotanya dan membantu membimbing anggotanya kedalam lingkaran kesuksesan.
    selain contoh diatas yg dpt mempengaruhi kepuasan kerja menurut saya adalah penghargaan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, entah dengan kenaikan gaji atau jabatan atau apapun yg dpt membuat mereka yg bekerja didalamnya merasa nyaman dan mencintai perusahaan tersebut.

    Comment by meika — January 3, 2010 @ 6:15 am

  4. Overall udah ok…
    Cm lebih bagus lagi klo d tambahin penjelasan mndetail soal hubungan antara sikap kerja dan kepuasan kerja…
    Trus klo bisa ada contoh jg dr pnjelasannya…
    Tengkyu…hehehe…=)

    Comment by Anna — January 3, 2010 @ 6:57 am

  5. ya, mungkin orang yang tidak puas bekerja adalah orang yang kurang mencintai pekerjaan itu sendiri, mungkin itu karena gaji atau tidak ada semangat untuk maju. apabila kita jenuh dengan pekerjaan kita, kita bisa mengatasinya secara otomatis asalkan kita puas, mensyukuri dan mencintai pekerjaan tersebut. selain itu attitude juga dituntut dalam dunia pekerjaan, karena orang-orang yang memiliki attitude adalah orang-orang yang dapat mengontrol emosinya dan tahu di manakah dia harus menempatkan diri dan berprilaku. terima kasih

    Comment by irin — January 3, 2010 @ 7:06 am

  6. Yang pertama saya comment,, pada awal kalimat,, kalau menurut saya itu lebih baik diganti mana yang diutamakan,, bukan mana yang lebih penting,, karena pada dasarnya orang juga mementingkan skill saat bekerja.
    Walaupun orang sikapnya positif tapi skillnya juga tidak memadai maka akan sulit dihargain juga hasil kerjanya,, okelah kalo begitu.😀
    Yang berhubungan sama kepuasan kerja saya setuju karena pada dasarnya kepuasan kerja didapat dari faktor-faktor yang anda sebutkan di atas.

    Comment by Adiethz — January 3, 2010 @ 7:15 am

  7. kalo menurut saya, sikap kerja yang baik itu memang sangat perlu. karena akan berakibat ke persepsi orang lain terhadap kita di lingkungan kerja nantinya. nah kalo persepsi orang sudah baik, menurut saya, kepuasan kerja pun akan diperoleh seperti definisi kepuasan kerja yang diungkapkan di atas, yakni kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri, situasi kerja, kerja sama, antar pemimpin dan sesama karyawan. memang tidak mudah mendapatkan kepuasan kerja seperti itu dan menurut saya butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya.

    Comment by akutaktausiapasaya — January 3, 2010 @ 12:03 pm

  8. Menurut saya kedua hal itu saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena saling menunjang satu sama lainnya. Seseorang yang memilki skill yang tinggi sebaiknya juga diimbangi dengan attitude kerja yang baik. Sama hal dengan, seseorang yang memiliki attitude kerja yang baik, seharusnya juga dilengkapi dengan skill yang baik pula.
    Dengan attitude yang baik, kita dapat beradaptasi dengan dunia kerja kita. Dengan skill yang tinggi, kita juga dapat menjadi pribadi yang berkembang ke arah kerja yang lebih baik. Namun pada dasarnya skill dapat diasah sejalan dengan niat masing-masing pribadi.
    .
    Saat seseorang tidak merasa terbeban dengan pekerjaan yang dimilikinya, maka saat itulah ia mendapatkan kepuasan kerja. Ada tidaknya fasilitas yang telah disebutkan, itu dapat dijadikan penunjang / motivasi tambahan untuk mendapatkan kenyamanan dalam bekerja..😀

    Comment by Christine DDN — January 3, 2010 @ 12:33 pm

  9. kalau menurut saya 2 2 nya itu saling berhubungan

    attitude but no skill ? bakal kesalip sama yg laen
    skill but bad attitude ? teroris
    tapi jujur kalau melihat realitas sekarang pada umumnya SKILL lebi diutamakan..

    kepuasa kerja saya setuju dengan anda..kita harus mencintai pekerjaan kita…
    jadi teringan kata2 choky sitohang ” BUKAN HANYA PEKERJAAN YANG MENGHIDUPI KITA,TAPI KITA JUGA HARUS MENGHIDUPI PEKERJAAN KITA”

    Comment by ari — January 3, 2010 @ 1:55 pm

  10. sikap dan skill memiliki peranan yang tak terpisahkan dalam dunia kerja kita, terutama di Indonesia…
    kedua sikap itu sangat menunjang kita dalam berkairer dalam dunia kerja tentunya dengan batasan2 yang berlaku, dengan sikap yang baik kita dapat merangkul or bersosialisasi dengan karyawan lain d tempat kerja kita.
    sedangkan skill dpt membantu kita dalam memberikan hasil terbaik untuk peusahaan or tempat kita bekerja.
    ada statment yang saya kurang setuju :
    “Gaji, yaitu gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang mengekpresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.”
    untuk di indonesia gaji yang banyak sangat d harapkan oleh masyarakat kita terutama mereka yang memiliki kehidupan d bwh rata2, tapi t semua mmg tergantung dengan orang memandangnya dari sudut mana.

    Comment by oq — January 3, 2010 @ 2:12 pm

  11. Menurut saya, attitude dan skill itu saling melengkapi. Dalam dunia kerja, attitude memang diperlukan, akan tetapi jika tidak disertai dengan skill maka kesuksesan dalam karier juga akan sulit tercapai. Begitu juga jika kita hanya memiliki skill tetapi tidak memiliki attitude yang baik, mungkin saja kita dapat maju dalam pekerjaan kita, tapi kita tidak sukses karena lingkungan sosial sekitar kita yang tidak memberikan respect terhadap sikap dan hal-hal yang kita perbuat. Seperti yang telah dibahas tadi, aspek sosial dalam pekerjaan juga dipandang sebagai faktor penunjang.
    Terima kasih.

    Comment by Natalia — January 3, 2010 @ 2:28 pm

  12. kalau saya lebih memilih skill ketimbang sikap kerja..
    alasannya Dalam dunia kerja yang sekarang yang makin meningkat
    skill diutamakan ketimbang sikap kerja…

    Comment by simon mangggarai — January 3, 2010 @ 3:23 pm

  13. Menurut saya faktor utama kepuasan dalam bekerja adalah motivasi,dan gaji…
    Setiap orang pasti memiliki motivasi yang berbeda pada saat menjadi seorang pekerja..karena setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda… dari suatu motivasi inilah yang akan menimbulkan keinginan kita untuk mencintai suatu pekerjaan.. dan bisa membuat kita menjadi lebih baik dalam bekerja..disamping itu faktor gajipun sangat menunjang… karena suatu perusahaan yang menginginkan skill & attidude dari pekerjanya harus maksimal,, tapi standar gajinya kecil, pasti akan menimbulkan kecenderungan untuk malas bekerja.. sehingga berpengaruh pada hasil dari pekerjaan..

    blog ini sdh bgus … tp klw bisa kasih solusi apa yang harus dilakukan supaya menghindari rasa jenuh yang akan timbul pada saat bekerja.. sehingga tidak berpengaruh terhadap hasil kerja.. agar perusahaan dan pekerja sama-sama merasa puas..

    Comment by wina karizma — January 3, 2010 @ 3:36 pm

  14. blog na oke jg, soalnya dari blog ini aq bs makin yakin sama cita- cita yg aq pengenin. blog ini bknn cuma bantuin tgs kuliah ku, tapi ngeyakinin aq buat gapai cita” dan kmudian bs mncintai pkrjaan ku spy hasilnya bs maksimal jg bwt masa depan..

    Comment by teiiee — January 3, 2010 @ 4:17 pm

  15. Saya sependapat bahwa attitude lebih penting dari skill.. Attitude lah yang membuat seorang pekerja dpt bertahan pd pekerjaany. Skill dapat dbentuk! Tapi attitude merupakan jati diri seseorang.. Walaupun seseorang pintar tp tdk didukung dengan sikap yg baik ia tdk akn dpt brtahan d pkerjaany.. Krena bkerja tdk sendri.. Tp brhubungan dgn bnyk pribadi. Bagi saya yang hidup di dunia tehnik ad istilah 3C COPETENCE,COMPASSION & CONSCIENCE.. Skill tidak akan membuat anda hidup tanpa ad sikap yg baik yaitu kejujuran n kepedulian.. Jgnlah melulu memplajari skill. Tp pelajarilah juga softskill. Yaitu kemmpuan yg tidak d dpt d bangku sekolah.. Seperti berorganisasi, effort, yang pastiny akn membuat kt tdk hany pintar namun lbh bijaksana.. ^^

    Comment by Paulus yd atmojo — January 3, 2010 @ 10:04 pm

  16. boleh tau dapus nya dari mana…saya penasaran apa ada kaitan langsung antara sikap pekerja dengan kepuasan nya..makasih

    Comment by reni — April 25, 2010 @ 4:43 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: